Rabu, 27 Oktober 2010

Tentang Masa Lalu

Q masih ingat saat pagi itu…
Jam masih menunjukkan pukul 6 kurang..
Sekolah masih sepi,,
Q hanya terdiam di depan kelasmu..
Berharap kau tiba2 datang, menyimpan tasmu..
Lalu menghampiriku..
Tapi itu hanya imaji ku saja..
Lagipula kelasmu masih kosong..
dan hari masih terlalu pagi untuk mu datang,,
Kamu kan sering kesiangan atau datang tepat saat bel sekolah masuk..
Huh.. Ku hanya tersenyum memandangi bangku tempatmu duduk,
Membayangkan kau sedang dudk di sana..
Maniz nya…
Waktu itu istirahat sekolah Jam 09.30
Q nanti dengan sabar di kelasku..
Rasanya sudah tak sabar ingin segera keluar kelas,
Melihat lagi kelasmu dan berharap kamu ada di sana..
Toh kelas kita bersebelahan,,
Q kelas 3c dan kamu kelas 3d..
Lama rasanya waktu berjalan..
sungguh Q ingin dapat menatapmu hari itu..
Melihat matamu yg slalu memancarkan getaran cinta di hatiku..
Menatap wajahmu yg slalu menciptakan perasaan aneh d jiwaku..
Huh… Ayolah bel !!!
Dan kringgg…
Bel berbunyi..
Tapi Bummm… Kau tak ada di kelasmu..
Walau dapat ku pastikan tas mu ada disana..
“Mungkin jajan dengan teman2nya”, Batinku..
Baiklah.. Q simpan sepotong inginku melihatmu..
Q sembunyikan seujung rinduku padamu..
Bel pulang berbunyi..
Q kluar kelaz dgn sdikit harap menjumpaimu di kelasmu,,
Tapi lagi2 harapku surut karena kamu ga ada disana..
Huh..anak2 kelasmu juga tinggal beberapa orang..
Mungkin besok..baru aku bisa bertemu dengannya, Fikir optimisku..
Tapi saat Q berjalan menuju gerbang sekolah..
Q terkejut karena kau ada disana..
Manisnya kau menungguku pulang..
Lalu kita berjalan bersama..
Waktu itu aku masih kelas 3 SMP,
waLau haya berjalan bersama itu menjadi hal yg sangat istimewa bagiku..
Dan bahagianya kau ada di sampingku..
kita susuri jaLan antara sekolah dan Jalan raya tempat kita akan berpisah karena arah rumah kita yg berbeda..
Jantungku tak bisa berdetak stabil kala itu..
Tapi Q tahan sebisaku…
Apa kau masih ingat ???
Saat aku slalu memintamu mengantarku menyebrang..
Q takut tertabrak jika harus menyebrangi Perempatan Alun2 Kota Cicalengka yg slalu Padat saat bubaran sekolah..
Q pegang lenganmu saat itu..
Lalu tak sadar telah mmegang jemarimu..
Hatiku langsung meletup saat itu..
Dan itulah kali pertama dan terakhir aku menyentuhmu..
Dan itu sudah hampir 4 tahun yg lalu..
saat cinta masih bersemi maniz di lubuk jiwa kita..
Dan sekarang mungkin semua telah berbeda,,
Mungkin juga sudah tak kau ingat lagi kisah ini..
Tp cinta ini masih membeku abadi..

Berbalut Hujan Rindu

Langit seakan menyerpih menjadi buliran-buliran bening yang segar
Melihatkah engkau hal yang sama?
Aroma tanah menyeruak lembut membelai udara yang terhirup tubuh
Menciumkah engkau baunya?
Entah berada dimana dirinya
Tak tampak pandang walau hati terus mengenang
jauh mungkin ia dari sini
tapi risau selalu tertinggal dalam diri
Rasa ini, cinta ini, rindu ini mengapa terus mengepung hati dan kepala
Ingin dibuang jauh jauh dari tempatnya, tapi hati tak kuasa
Terus mengiba pada Tuhannya bertemu dengannya
menahan dan terus tertahan tak ada yang bisa membawa berjumpa
alangkah gembira balon di tangan
menatap kelebat dirinya dalam keheningan
mencipta sekulum senyum indah tak terperikan
harapan ia membalas pandangan
menghembus perlahan dalam badan
oh, Tuhan betapa indah kau ciptakan dunia beserta isinya
dan jantungpun berdegup-degup tak biasanya
langkahnya, alunan lengannya, dan kharismanya
membelenggu jiwa ini hingga tak bisa berlari
menghambat otak jadi tak kreatif
lalu ia mendekat, mulut tetap kerkatup diam
ia tawarkan sebuah sapa menggetarkan hanya 5 huruf
sekulum senyum dibalaskan atasnya
berlalulah ia menyongsong suatu yang lainnya
langkahnya, alunan lengannya, dan kharismanya
masih tersasar dalam sepetak kecil sanubari
meninggalkan sesal menyakitkan tanpa sejenakpun saling melepas kata
Cinta mengendap dan sering mengaburkan pandang
menggelapkan hati, dan mencacah dada..
sesal tertinggal berkawan dengan cinta untuknya
maka lahirlah seorang pesimistis
mengambil alih kuasa, dan meniup-niupkan hawa negatif
memerintah kemunduran, kemudian mendahului wewenang Tuhan
bahwa jodoh, mati, dan rejeki itu prerogatif penguasa manusia
secercah cahaya baik hati yang tinggal jauh di dalam hati
tak kuasa menahan siksaan pesimisme
muncullah ia ke permukaan menebar keadilan
bahwa masihlah ada kemungkinan dirinya berbaur dalam cinta yang suci
bahwa jodoh, mati dan rejeki itu adalah hak prerogatif-Nya
Dan cinta pun menggeliat bangkit di tengah malam
bercengkrama dengan bulir-bulir air,
memanjatkan titian iba dan pinta,
merayakan lepasnya dari jerat lekat seorang pesimis dalam dua yang
ringan,
tersebut namanya dalam romansa dengan sang pencipta,
Oh Tuhan, bolehkah aku menjadi miliknya?
Aku sangat mencintainya…

Kenangan Yang Telah Usang

semuanya telah hilang
semuanya telah berlalu
namun bayangmu masih tetap membekas dihati
senyumu takkan pernah terganti
bagi awan yang merindukan langit serta hujan yang merindukan pelangi
inilah diriku yang hanya bisa mengingatmu
namun takkan pernah bisa memlikimu

Embun-Embun Rindu

Pagi cerah..
Sejuk terasa di dada..
Duduk ku memandang..
Rumput hijau dihadapan..
Terasa bahagia setiap pagi..
Mengharap pertemuan kekasih hati..
Sayang..
Ku ingin jumpa dgn mu saat ini..
Ku amat merindukan mu ay..
Ku rindu senyum manis mu,
Ku rindu lirik matamu,
Ku rindu hidung mancung mu,
Ku rindu lembut bibir mu..
Ku rindu lentik jarimu untuk ku cium..
Ku rindu hitam rambut mu utk ku belai..
Sayang..
Walau kau bukan milikku..
Walau hatimu tak selalu untukku..
Aku akan tetap menyayangimu..
Aku akan tetap menjagamu..
Hatiku kan selalu memanggil namamu..
Percayalah Ay.. Hatiku kini milikmu..
Kan selalu kunanti hadirmu disisiku..
Selalu kunanti..bersama embun embun rindu…

IBU

Ibu …….
Kau begitu cantik, pesona mu anggun
Setia mu tiada tara
Nafas mu ada dalam diri ku
Detak jantung mu menyatu dalam sanubariku
Belaian mu lembut bagaikan sutra
Kesetian mu tiada tergantikan
Engkau selalu penuhi harapan ku
Cahaya hidup mu terang untuk ku
Pelita mu menyala bagi ku
Kehadiran mu memberikan semangat bagi ku
Ku rindu kasih dan belaian mu
Ingin ku gapai dalam pelukku
Kau hadir dalam setiap angan ku
Walupun tak dapat ku genggam
Cahaya kasih mu selalu kurindukan
Bantu aku dan berikan ketegaran dalam hidup ku selalu